Dugong Tetap Ditolong

Walaupun berat, dugong itu harus kamu selamatkan. Apalagi keadaannya sedang sekarat. Jika dibiarkan lebih lama, dia mungkin akan mati.

Sambil mencabut besi sekuat tenaga, kamu berteriak minta tolong. Siapa tahu ada warga sekitar. Tapi nihil. Selain si dugong, tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.

"Aku akan membantumu keluar dari sini jika membebaskanku!" Dugong merengek di tengah sakitnya. Moncong besarnya bergoyang-goyang. "Aku berjanji!"

Pernyataannya tidak kamu jawab. Tebersit pemikiran mungkin lawan bicaramu siluman dugong. Dia sengaja menjebakmu di alam yang aneh ini.

"Bukan aku!" seru dugong seakan membaca pikiranmu. "Tadi aku mau menyelamatkanmu, tapi dia melukai aku!"

"Siapa dia?" tanyamu.

"Sebaiknya kamu tidak tahu!" Dugong membalas. Sekarang air matanya bercucuran. "Sakit sekali, nih."

Matahari tergelincir ke barat tanpa sadar, hampir tenggelam. Setelah berkali-kali istirahat, kamu akhirnya berhasil mencabut besi itu dari si dugong. Darahnya menyeruak, mengenai seragammu. Tapi kamu tidak peduli.

Dugong tersenyum dan berucap, "Terima kasih, sekarang tutup matamu.

Selanjutnya >>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar