Cukup lama kepala suku itu kebingungan. Kata-kata yang mau keluar seakan tertahan di ujung lidah. Seluruh badannya gemetar, dan dia pipis di celana.
Penasaran, kamu menengok ke belakang. Di sana ada bayangan hitam tinggi. Mungkin tingginya menyaingi pohon kelapa. Bagimu, pemandangan itu tidak seram sama sekali.
Kamu berbalik lagi hendak bicara pada kepala suku, namun pemandangan berganti dengan kuburan. Sejauh mata memandang hanya ada kumpulan nisan dan pepohonan lebat.
Kamu memandangi nisan di sekeliling. Semuanya sudah rusak. Banyak patok-patok kuburan yang tercerabut dari tanah. Bunga-bunga juga berceceran di berbagai sudut. Sepertinya kuburan itu baru saja dilanda angin topan.
Lalu kamu tersandung. Lututmu menghantam nisan.
Kamu kaget setengah mati melihat ada namamu di nisan itu. Kamu menangis, namun tak lama ada yang mencolek bahumu.
Kamu berbalik.
Makhluk itu diam saja di depanmu. Tanpa bergeser sedikit pun. Tubuhnya terbungkus kain kafan dengan bercak darah di mana-mana. Mukanya busuk kehitaman. Kedua mata dan lubang hidungnya disumpal kapas lama yang ikutan membusuk.
Kamu berusaha teriak sejadi-jadinya, tapi suaramu tak keluar. Makhluk itu melayang mendekat. Kakinya tak menyentuh tanah.
Ingin bergerak, tapi tidak mampu.
Ingin lari, tapi terhambat.
Ayat kursi kamu baca dalam hati, tapi tidak terjadi apa-apa.
Waktu terasa membeku. Dan tiba-tiba kamu sudah terbangun. Pemandangan kamar menyambutmu.
Dari tempat tidur, kamu bisa melihat di luar jendela masih hujan.
Tapi, makhluk putih itu masih ada di sudut kamarmu. Dia tidak begerak sama sekali dan, meski sudah di kamar, kamu tidak bisa bergerak. Memejamkan mata pun tak sanggup. Kamu hanya bisa memandang wajahnya yang hancur dan busuk.
Kalau bukan karena bapakmu yang mendobrak pintu, mungkin kamu akan tetap ketindihan selama berhari-hari. Setelah kejadian itu juga, kamu terkena tifus dan harus dirawat di rumah sakit selama sebulan. Menghabiskan uang orang tua.
Sejak saat itu, kamu bertekad untuk selalu masuk sekolah, apa pun yang terjadi.
[Tamat]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar