Untuk Apa?

Kamu kehabisan tenaga. Keringatmu mengucur deras di punggung. Besi itu bergeser satu senti pun tidak. Kamu merasa perlu tenaga pria dewasa.

Jadi, kamu meninggalkan dugong itu sendirian untuk minta tolong. Siapa tahu ada warga. Kamu berlari menuju deret pepohonan kelapa. Tepat di balik padatnya pepohonan, ternyata membentang jalan raya. Motor vario hitam-mu terparkir rapi di sisi jalan.

Kamu menyalakan motor itu, lalu cabut. Amat disayangkan, dugong itu mungkin mati. Tapi biarlah, karena toh sampai lebaran monyet juga kamu tidak bisa berbuat apa-apa.

Karena suara berisik tidak jelas, kamu menengok ke belakang. Ternyata, ada dua bola raksasa melayang mengikutimu dari awal. Bola itu saling membentur-benturkan diri.

Sebuah lato-lato terbang.

Sinar terpancar dari dalam lato-lato. Cahayanya merah lurus dan tepat mengenai dirimu. Kamu menghalangi mata dari sinar menyilaukan itu, dan menyadari dirimu dibawa masuk ke dalam lato-lato.

Makhluk di dalamnya berniat membawamu ke planet Uranus.

[TAMAT?]

>>> Kembali ke halaman awal <<<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar