Selama masa penjajahan Jepang di Indonesia, terdapat beberapa organisasi militer dan semimiliter yang beroperasi di wilayah yang dikuasai oleh Jepang. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Heiho
Heiho (pasukan pembantu) adalah prajurit Indonesia yang langsung ditempatkan di dalam organisasi militer Jepang, baik angkatan darat maupun laut. Tujuan pembentukan Heiho adalah membantu tentara Jepang dan memperkuat pengaruhnya di Indonesia.
Peta
Peta (Pembela Tanah Air) dibentuk Jepang untuk mempertahankan Indonesia dari serangan Sekutu. Para anggota Peta juga mendapatkan latihan kemiliteran dari Jepang.
Banyak warga Indonesia yang tertarik menjadi anggota Peta sampai akhir pendudukan Jepang. Terdapat sekitar 37 ribu anggota Peta a di Jawa dan sekitar 20 ribu anggora di Sumatra. Meskipun dibentuk oleh Jepang, banyak anggota Peta yang akhirnya berbalik melawan Jepang demi membela tanah air Indonesia.
Seinendan dan Keibodan
Seinendan adalah sebuah organisasi untuk para pemuda berusia 14-22 tahun. Pada awalnya, terdiri dari 3.500 pemuda dari Jawa dengan tujuan untuk mendidik dan melatih pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah air.
Sementara itu, Keibodan merupakan organisasi semimiliter dengan anggota para pemuda berusia 25-35 tahun yang berbadan sehat dan berkelakuan baik. Pembina Keibodan adalah Departemen Kepolisian (Keimubu). Di kalangan orang-orang Cina, juga dibentuk Keibodan yang dinamakan Kakyo Keibotai.
Organisasi Seinendan dan Keibodan dibentuk di seluruh daerah di Indonesia, meskipun namanya berbeda-beda. Misalnya di Sumatera disebut Bogodan dan di Kalimantan disebut Konan Kokokudan, dengan jumlah anggota mencapai dua juta orang. Pada bulan Agustus 1943, dibentuk juga Funjikai (Perkumpulan Wanita) dengan anggota minimal berusia 15 tahun. Pada tahun 1944, dibentuk "Pasukan Srikandi" dan organisasi untuk anak SD yang disebut Seinentai (Barisan Murid Sekolah Dasar) serta Gakukotai (Barisan Murid Sekolah Dasar).
Barisan Pelopor
Pada tanggal 1 November 1944, dibentuk organisasi bernama Barisan Pelopor di bawah naungan Jawa Hokokai dengan jumlah anggota mencapai 60.000 orang. Organisasi ini dipimpin oleh seorang nasionalis, Ir. Soekarno, yang dibantu oleh R.P. Suroso, Otto Iskandardinata, dan Buntara Martoatmojo. Terdapat juga 100 anggota istimewa di dalam Barisan Pelopor, dengan ketua mereka adalah Sudiro.
Hizbullah
Pada tanggal 7 September 1944, PM Jepang Kaiso mengeluarkan janji untuk memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. Jepang berencana untuk membentuk pasukan cadangan khusus dan merekrut pemuda sebanyak 40.000 orang. Kemudian, pada tanggal 15 Desember 1944, berdiri pasukan sukarelawan Islam yang diberi nama Hizbullah (Tentara Allah).
Itulah beberapa organisasi militer dan semimiliter yang beroperasi di wilayah yang dikuasai oleh Jepang di Indonesia selama masa penjajahan mereka.
.png)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar