Senin, 31 Juli 2023

Rangkuman Materi Kerajaan Islam di Indonesia

Agama dan kebudayaan Islam masuk Indonesia melalui para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India), dan Cina. Agama Islam berkembang dengan pesat di tanah air. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan bercorak Islam, di antaranya.

1. Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera PasaiSamudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Letaknya di daerah Lhokseumawe, pantai timur Aceh. Raja-rajanya adalah Sultan Malik as-Saleh, Sultan Muhammad yang bergelar Malik Al-Tahir (1297-1326), Sultan Akhmad yang bergelar Malik Az Zahir (1326-1348) dan Zainal Abidin. Pada pertengahan abad ke-15 Samudra Pasai mengalami kemunduran karena diserang oleh Kerajaan Aceh.

2. Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim pada tahun 1514. Aceh bekembang pesat setelah Malaka dikuasai Portugis. Para pedagang Islam memindahkan kegiatan berdagang dari Malaka ke Aceh. Aceh mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1635). Karena menjadi pusat agama Islam, Aceh sering disebut Serambi Mekah.

3. Kerajaan Demak

Kerajaan Demak terletak di pantai utara Jawa Tengah, didirikan Raden Patah pada tahun 1478. Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Demak menjadi pusat kegiatan Wali Songo. Raden Patah mempunyai putera bernama Adipati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor. Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Demak menyerang Sunda Kelapa, Banten, dan Cirebon. Ketiga daerah dapat direbut tahun 1526. Ketika menyerang Panarukan, Sultan Trenggono tewas dalam pertempuran.

4. Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang merupakan kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah. Kerajaan ini pertama kali berdiri pada tahun 1548 setelah Hadiwijaya berhasil mengalahkan Arya Penangsang.  Tercatat kerajaan ini hanya mampu bertahan dalam kurun waktu yang singkat yaitu dari 1548 hingga 1586. Kerajaa ini mengalami kemunduran karena  tidak ada penerus tahta kerajaan yang membuat Kerajaan Pajang mengalami kekosongan kekuasaan dan akhirnya digabungkan dengan Mataram Islam dibawah kepemimpinan Sutawijaya.

5. Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Agung. Beliau banyak berjasa dalam bidang kebudayaan dan agama. Beliau mengarang Serat Sastra Gending yang berisi filsafat Jawa, menciptakan penanggalan tahun Jawa, dan memadukan unsur Jawa dan Islam, seperti penggunaan gamelan dalam perayaan Sekaten untuk memperingati Maulud Nabi.

6. Kerajaan Banten

Banten dikuasai Demak setelah direbut Falatehan. Kerajaan Banten dipimpin putra Falatehan yang bernama Hasanuddin. Dia berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada tahun 1527. Di bawah pemerintahannya, Banten menyebarkan agama Islam ke pedalaman Jawa Barat. Selain itu, Banten berhasil menguasai Lampung. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682).

7. Kerajaan Gowa

Kerajaan Gowa merupakan sebuah Kesultanan yang didirikan sejak tahun 1300 dan bertahan hingga 1946. Raja atau sultan pertama yang menjabat adalah Tumanurung dan Sultan yang paling terkenal dari Kesultanan Gowa adalah Sultan Hasanuddin.  Tercatat ada lebih dari 30 pemimpin di Kesultanan Gowa sejak awal berdirinya hingga akhir riwayatnya. Sultan terakhir yang tercatat dalam sejarah kerajaan adalah Sultan Muhammad Abdul Kadir Aiduddin.

8. Kerajaan Ternate

Kesultanan Ternate merupakan salah satu dari 4 kerajaan Islam terbesar di tanah Maluku. Kesultanan Ternate pertama kali berdiri pada tahun 1257 dan didirikan oleh Baab Mashur Malamo. Sejak awal berdirinya kerajaan ini telah banyak berpengaruh di kawasan timur Nusantara.  Masa kejayaan Kesultanan Ternate terjadi sekitar abad ke 16 di mana kerajaan ini memiliki kekayaan hasil dari rempah-rempah dan juga kekuatan pasukan militernya.  

9. Kerajaan Tidore

Kesultanan Tidore merupakan salah satu kerajaan Islam di tanah Maluku. Kesultanan Tidore berdiri sejak tahun 1081 oleh Muhammad Naqil yang dinobatkan sebagai Sultan pertama kerajaan Tidore. Kesultanan Tidore mengalami masa kejayaan sejak abad ke 16 hingga abad ke 18 yang di mana tercatat sudah puluhan kali pergantian kepemimpinan di kerajaan ini.  Masa kejayaan Kesultanan Tidore mulai goyah sejak diadu domba oleh pihak imperialisme barat yang datang ke Nusantara dengan Kesultanan Ternate.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar