1. Kerajaan Sriwijaya
Hingga saat ini, lokasi pasti dari kerajaan ini masih belum diketahui. Para ahli masih berselisih pendapat tentang letaknya, sebagian besar berpendapat di Palembang, sementara yang lain menganggapnya berada di Jambi. Informasi sejarah mengenai kerajaan ini dapat ditemukan dari catatan China dan Arab, serta dari peninggalan Candi dan prasasti. Catatan China didasarkan pada pengalaman seorang warga China bernama I-Tsing yang tinggal di Sriwijaya antara tahun 685 hingga 689 Masehi dan belajar agama Buddha di sana.
Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang mengandalkan perdagangan dan pelayaran sebagai perekonomiannya. Kerajaan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Balaputradewa, namun mengalami kemunduran pada abad ke-13 Masehi karena beberapa faktor, antara lain.
- Serangan dari Kerajaan Colamandala (India)
- Serangan Majapahit
- Banyak wilayah jajahan Sriwijaya yang melepaskan diri
- Pusat Sriwijaya berpindah dan tidak lagi dekat dengan pantai
2. Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan ini pernah dipimpin oleh dua dinasti dengan agama yang berbeda. Dinasti pertama adalah Sanjaya yang beragama Hindu, dan kemudian digantikan oleh Rakai Panangkaran. Pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, prasasti Kedu/Balitung memuat silsilah para raja keturunan Sanjaya. Selain itu, ditemukan prasasti Kalasan dari zaman Rakai Panangkaran yang mencatat pembangunan Candi Kalasan untuk memuja Dewi Tara.
Di sisi lain, Dinasti Sailendra yang beragama Buddha dipercayai sebagai pendiri Candi Borobudur pada masa pemerintahan Raja Samaratungga. Dinasti Sanjaya juga dipercayai sebagai pendiri Candi Prambanan yang dibangun oleh Raja Rakai Pikatan dan istrinya, Pramodhawardhani. Pernikahan politik antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani bertujuan untuk menjaga perdamaian antara agama Hindu dan Buddha. Kemudian, muncul dinasti baru bernama Ishana (Isyana) yang didirikan oleh Raja Mataram Mpu Sindok. Pusat kerajaan dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur karena beberapa alasan, yaitu.
- Terjadi wabah penyakit
- Letusan gunung berapi
- Menghindari ancaman serangan dari kerajaan lain terutama Sriwijaya
- Mencari daerah lain yang lebih subur dan lebih banyak aliran sungainya
3. Kerajaan Majapahit
Sebelum membahas Majapahit, kita harus menyebutkan dua kerajaan pendahulunya, yaitu Kediri dan Singosari. Kediri, dipimpin oleh keturunan Airlangga, terbagi menjadi Panjalu dan Jenggala untuk menghindari perang saudara antara putra-putranya.
Setelah Airlangga meninggal, Kerajaan Kediri hancur dan digantikan oleh Kerajaan Singosari, yang didirikan oleh Ken Arok setelah mengalahkan Kertajaya dalam peristiwa Ganter 1222. Ken Arok kemudian menjadi pemimpin Singosari dan digantikan oleh Raden Wijaya. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit setelah mengalahkan pasukan Mongol dalam Ekspedisi Pamalayu.
Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, namun setelahnya, faktor-faktor seperti perang saudara, serangan Kerajaan Islam Demak, Perang Bubat, wilayah taklukan yang melepaskan diri, pertumbuhan pesat agama Islam, serta kurangnya pemimpin sehebat Gajah Mada dan Hayam Wuruk menyebabkan runtuhnya Majapahit pada tahun 1478 Masehi. Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca menjadi sumber penting dalam menggambarkan sejarah dan keberadaan Kerajaan Majapahit.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar