(Klik judul materi untuk artikel selengkapnya)
- Pengertian: teks berisi langkah-langkah cara melakukan sesuatu.
- Ciri-ciri: berisi langkah-langkah, dapat diikuti, dan menghasilkan sesuatu bila diikuti dengan benar. Contohnya, teks “Cara Membuat Mie Ayam” akan menghasilkan mie ayam jika diikuti, bukan menjadi nasi goreng.
- Jenis teks prosedur: sederhana (langkahnya sedikit), kompleks (langkahnya banyak dan tidak bisa ditukar), dan protokol (langkahnya bisa ditukar). Contoh teks prosedur protokol adalah cara membuat mie goreng, karena bisa menuangkan bumbu setelah atau sebelum memasukkan mie.
- Struktur teks prosedur: tujuan/pendahuluan, alat dan bahan, dan langkah-langkah. Penutup sifatnya opsional, alias bisa ada bisa juga tidak ada.
- Dalam struktur teks prosedur bagian tujuan, penulis menjabarkan manfaat sesuatu yang dijadikan teks prosedur. Misalnya prosedur tentang membuat jus buah, maka dijabarkan manfaat jus buah.
- Dalam struktur teks prosedur bagian alat dan bahan, penulis menjabarkan alat dan bahan yang digunakan. Alat dan bahan ini harus detail. Misalnya dalam menggunakan garam, tulis berapa gram garam yang diperlukan.
- Dalam struktur teks prosedur bagian langkah-langkah, penulis menjabarkan proses-proses pembuatan sesuatu yang dijadikan prosedur.
- Sedangkan dalam struktur teks bagian penutup, penulis bisa mengisinya dengan kesimpulan atau salam penutup.
- Unsur kebahasaan: menggunakan kalimat perintah (kata kerja diakhiri -kan, -I, dan -lah contohnya tuangkan, ulangi, dan tunggulah), konjungsi yang menandai urutan (misalnya: kemudian, selanjutnya, pertama-tama, setelah itu, dst), penggunaan istilah (kata yang biasa ditemukan dalam satu bidang), dan kalimat denotatif (bermakna sebenarnya).
- Contoh kalimat denotatif: Saya suka bangku hijau artinya ya, saya suka bangku warna hijau.
- Lawan kalimat denotatif adalah kalimat konotatif (makna tidak sebenarnya), contohnya: Saya dibawa ke meja hijau. Artinya saya dibawa ke pengadilan.
- Pengertian: teks berisi penjelasan fenomena alam atau sosial.
- Ciri-ciri: tidak bisa diikuti, hanya bisa disimak saja. Contohnya, “Proses Terjadinya Gunung Meletus”. Kamu tidak bisa membuat gunung meletus.
- Struktur teks eksplanasi: pernyataan umum (pengenalan dan pengertian fenomena), urutan sebab-akibat (tahapan terjadinya fenomena), dan interpretasi penulis (tanggapan/kesimpulan penulis tentang fenomena).
- Unsur kebahasaan: menggunakan istilah (kata yang biasa ditemukan di suatu bidang keilmuan), menggunakan konjungsi sebab-akibat (akibatnya, karena, oleh sebab itu, dst), konjungsi kronologi (misalnya: pada awalnya, kemudian, mula-mulanya, setelah itu, dst), dan kalimat denonatif (bermakna sebenarnya).
3. Ceramah
- Pengertian: kegiatan berbicara menyampaikan materi di depan umum.
- Ciri-ciri: komunikasi bersifat satu arah (pembicara kepada pendengar saja, tidak bisa berbalas-balasan).
- Jenis-jenis: khotbah (keagamaan), pidato (formal), dan sambutan (disampaikan orang penting untuk memulai sebuah acara).
- Struktur teks: pendahuluan (terdiri atas salam pembuka, sapaan, puji syukur), isi ceramah (topik, materi, kesimpulan), dan penutup (ajakan/harapan, terima kasih/maaf, salam penutup).
- Unsur kebahasaan: menggunakan kata ganti orang pertama (aku, kita), menggunakan kalimat persuasif (bersifat mengajak), menggunakan kalimat retoris (pernyataan atau pertanyaan yang sudah jelas, gunanya untuk menegaskan pesan), dan kata kerja mental (kata kerja berupa aktivitas perasaan dan pikiran).
4. Cerpen
- Pengertian: cerita karangan yang dibuat ringkas, biasanya terdiri atas 1.000 sampai 10.000 kata. Kurang dari 1.000 kata masih bisa disebut cerpen, tetapi lebih khususnya disebut cermin (cerita mini). Novel sendiri biasanya berjumlah lebih dari 30.000 kata.
- Ciri-ciri: bersifat fiksi (karangan seseorang), konfliknya sederhana/tunggal, tokohnya sedikit, dan idealnya dibaca sebentar/sekali duduk.
- Unsur intrinsik: tokoh (pemeran dalam cerpen, berupa manusia atau sesuatu yang dimanusiakan), penokohan (sifat dan penampilan tokoh), amanat (pesan/hikmah yang hendak disampaikan pengarang melalui cerpen), tema (cerpen itu tentang apa), alur (rangkaian kejadian yang membentuk jalan cerita), latar (tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita), sudut pandang (penggunaan kata ganti dalam cerita, ada sudut pandang orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar