Takut akan omelan lanjutan, kamu langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Emakmu menggedor-gedor pintu, tapi kamu membiarkan. Ending drakor perebutan suami orang jauh lebih penting daripada apa pun.
Waktu berlalu beberapa jam. Drakornya menjelang akhir. Tapi, kamu sama sekali tidak menyukai arah ending cerita. Kelihatannya pelakor akan menang dibanding tokoh utama yang malang. Pelakor itu juga akan mendapatkan hak asuh atas anak tokoh utama. Ditambah lagi pemeran suami berganti aktor. Aktingnya sangat jelek.
Merasa hal itu akan terjadi, kamu mematikan hape.
Di sisi lain, emakmu tak lagi bersuara. Beberapa saat lalu kamu sempat mendengar beliau mengatakan sesuatu yang agak pahit, tapi kamu berusaha tutup telinga. Lagipula bolos satu dua hari dalam satu semester bukanlah masalah besar. Emakmu saja yang terlalu berlebihan.
Dalam hati, kamu agak menyesal. Lebih baik sekolah kalau tahu ending drakornya begitu mengecewakan.
Kamu ingin keluar kamar, tapi takut ibumu sedang menunggu di balik pintu sambil memegang gesper. Bersiap untuk menyabetmu dari segala arah. Jadi, kamu melanjutkan nonton drakor judul lain.
Sayangnya, drakor yang ini hanya seru di episode pertama. Episode selanjutnya sangat membosankan, sampai-sampai tanpa sadar kamu tertidur lelap. Dengan seragam masih menempel di badan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar