Kamu tidur telentang, menghadap langit-langit kamar. Tanpa terasa kamu ngorok begitu keras, pertanda kecapaian karena begadang semalaman menonton rekaman konser BTS.
Jam demi jam berlalu. Mimpi demi mimpi berlalu. Tapi tidak ada Jimin atau anggota BTS lain di dalamnya. Alih-alih, kamu bermimpi seram.
Ceritanya kamu terdampar di sebuah pulau aneh. Sejauh mata memandang hanya ada lautan. Anehnya, kamu bisa menyadari posisi pulau ini di dunia, yaitu di tempat antah berantah yang belum bisa dijangkau Google Maps.
Ada warga di pulau itu. Mereka berbahasa Jawa, tetapi juga bisa mengerti bahasa Sunda. Kamu mengatakan sesuatu, tapi mereka selalu lari sambil menunjuk-nunjuk ke belakangmu. Kamu segera berbalik, tapi tidak menemukan apa-apa.
Tibalah kamu di pusat keramaian. Warga pulau sedang merayakan semacam pesta. Takut orang-orang langsung berlari, kamu malah menghampiri kepala suku yang sedang duduk di kursi yang terbuat dari bulu-bulu ayam.
"Punten, Pak, abdi hayang naros."
Kepala suku itu tidak menjawab. Seperti sebelumnya, matanya melebar. Ia tampak ketakutan luar biasa dan kehabisan kata-kata. Telunjuknya dengan gemetar mengarah ke belakangmu. Tak lama, kamu sadari semua orang di pesta terdiam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar