Sabtu, 31 Desember 2022

Mengapa Kita Mempelajari Bahasa Indonesia di Sekolah?


"Ngapain belajar Bahasa Indonesia?"

"Ngapain kuliah Sastra Indonesia?"

"Emangnya kamu nggak bisa bahasa Indonesia?"

"Ngapain pula belajar Bahasa Indonesia di sekolah? Nambah-nambah jam aja, Bu."

Pernahkah mendengar satu saja kalimat di atas, atau mungkin pemikiran tersebut diajukan oleh kamu sendiri? Kalau dipikir, sebenarnya kalimat-kalimat tersebut masuk akal, karena bayangkan: sejak kecil kita diajarkan berbahasa Indonesia. Sehari-hari kita berbicara dengan bahasa Indonesia. Orang yang tidak bisa membaca pun masih mampu berbahasa Indonesia. 

Lantas, kenapa? Sampai-sampai kelas XII pun masih "dihantui" pelajaran Bahasa Indonesia.

Sebelum saya jelaskan dengan lebih sederhana, izinkan saya memperkenalkan sebuah istilah, yaitu diglosia.

Dalam masyarakat Indonesia, terdapat sebuah keadaan bahasa yang disebut diglosia. Diglosia adalah keberagaman dua dialek yang berasal dari satu bahasa induk dan diakui pada waktu bersamaan. Sederhananya, diglosia adalah keberadaan dua ragam yang sama-sama diakui dalam sebuah bahasa.

Ragam yang dimaksud, dalam bahasa Indonesia, yakni: bahasa formal (baku, tulisan) dan informal (gaul, lisan). Ragam bahasa formal adalah bahasa yang sesuai kaidah atau aturan bahasa Indonesia. Contohnya kalimat, "Saya tidak ingin bermalas-malasan," bukan, "Gue enggak mau males-malesan." Di sisi lain, ragam bahasa informal adalah bahasa yang tidak sesuai aturan bahasa Indonesia. Biasanya digunakan dalam situasi tidak resmi.

Ketika sedang berbicara di acara resmi, seseorang tentunya menggunakan ragam bahasa formal. Perhatikan saja pidato Bapak Presiden di televisi. Apakah beliau menggunakan bahasa gaul? Begitu juga ketika menulis surat yang bukan pribadi, misalnya ketika lamaran pekerjaan atau proposal kegiatan.

Sebaliknya, di rumah atau lingkungan sosial, sulit membayangkan seseorang secara konsisten menggunakan ragam formal dalam obrolan. Selain kurang efektif, kita akan merasa "aneh". Jika tidak percaya, coba saja praktikkan sendiri. 

Nah, kembali lagi ke klaim "untuk apa belajar Bahasa Indonesia?"

Menurut kamu, bahasa Indonesia yang dimaksud orang-orang yang membuat pertanyaan itu termasuk ragam bahasa apa? Formal atau informal?

Ragam bahasa informal!

Jadi, itu dia. Menurut saya, kita tetap perlu belajar Bahasa Indonesia di sekolah karena lingkungan sehari-hari tidak mengajarkan ragam bahasa formal. Makanya, dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kamu kebanyakan diajari untuk menulis. Menulis surat, menulis pidato, teks proposal, teks prosedur dan seterusnya. Kegiatan menulis ini identik dengan bahasa formal.

Bayangkan kamu cukup puas hanya dengan pengetahuan tentang bahasa informal. Apakah kamu akan pandai menulis? Sedangkan, menulis adalah kemampuan yang amat penting sekarang ini. Kamu membutuhkannya dalam apa pun.

Termasuk untuk melamar pekerjaan (yang  layak).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar