Perang Dunia I adalah konflik skala global yang terjadi pada 1914--1918. Konflik ini melibatkan kekuatan besar dari seluruh dunia. Perang ini dimulai setelah serangan terhadap Austro-Hongaria oleh Serbia pada 28 Juni 1914 dan meluas menjadi konflik yang melibatkan sebagian besar kekuatan dunia, termasuk negara-negara Eropa, Rusia, Amerika Serikat, dan Jepang.
Perang Dunia I juga dikenal sebagai Perang Besar (The Great War) karena skala dan dampaknya yang besar pada dunia, termasuk membentuk tatanan politik dan sosial yang mempengaruhi dunia hingga saat ini. Perang Dunia I dianggap sebagai salah satu peristiwa paling bersejarah di abad ke-20.
Perang Dunia I memiliki dampak penting dalam berbagai bidang kehidupan, antara lain.
Dalam bidang politik
1. Munculnya negara-negara baru
Di Eropa Timur, beberapa negara baru muncul seperti Polandia, Cekoslowakia, Yugoslavia, dan Hongaria. Sementara itu, di Timur Tengah, negara-negara baru seperti Irak, Saudi Arabia, Iran, Yordania, Syria, dan Mesir muncul.
2. Munculnya paham ultranasionalisme
Kegagalan paham liberalisme dalam menangani kekacauan dan kesulitan yang timbul setelah perang menyebabkan munculnya rezim otoriter (tangan besi) di beberapa negara, seperti fasisme di Italia, nazisme di Jerman, militerisme di Jepang, dan komunisme di Rusia.
Dalam bidang sosial
1. Memperkuat peran buruh
Kaum buruh memainkan peran penting dalam industri mesin perang selama perang dan posisi mereka semakin kuat setelah perang, terutama dengan meningkatnya pengaruh sosialisme dan komunisme.
2. Menguatnya emansipasi wanita
Sementara itu, peran wanita juga semakin penting selama perang karena menggantikan pekerjaan pria yang pergi berperang dan menangani kesehatan. Setelah perang, wanita baru diberikan hak pilih dan dianggap setara dengan pria.
3. Tumbuhnya keinginan memelihara perdamaian
Pengalaman selama perang memunculkan keinginan untuk memelihara perdamaian dunia, yang mendorong pembentukan Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1919.
Dalam bidang ekonomi
Krisis ekonomi
Banyak negara mengalami kebangkrutan atau krisis setelah perang. Puncak depresi ekonomi terjadi pada tahun 1929, yang dikenal sebagai zaman malaise.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar