Kamis, 26 Januari 2023

Proposal: Kaidah Kebahasaan

Sama seperti jenis teks yang lain, proposal memiliki kaidah kebahasaan. Tujuannya agar proposal ditulis dengan baik dan benar, sehingga maksud proposal lebih mudah dipahami. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dalam proposal.

1. Pernyataan argumentatif

Pernyataan argumentatif adalah pernyataan berisi argumentasi atau pendapat. Dengan mengemukakan pendapat, pihak lain diharapkan yakin bahwa ide atau pandangan kita adalah benar adanya. Setelah itu, mereka diharapkan akan mengikuti ide atau pandangan kita.

Contoh:

a. Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW perlu dilaksanakan sebagai wujud kecintaan kita terhadap Rasulullah.

b. Seminar Pemetaan Kepribadian Siswa patut dilaksanakan agar siswa memahami minat dan bakatnya sejak dini.

2. Pernyataan persuasif

Pernyataan persuasif adalah pernyataan berisi ajakan atau bujukan. Penggunaan pernyataan persuasif  diharapkan dapat membuat pihak lain melakukan sesuatu sesuai keinginan kita.

Contoh:

a. Hindari merokok karena hanya akan merugikan diri kita.

b. Berdoalah agar hatimu lebih lapang.

Bila perbedaan antara pernyataan argumentatif dan persuasif belum terlalu jelas untukmu, ingatlah bahwa pernyataan argumentatif bertujuan untuk meyakinkan orang lain. Belum ada unsur mengarahkan mereka untuk melakukan sesuatu.

Sementara itu, pernyataan persuasif berupa bujukan--seperti suruhan yang disampaikan dengan halus--agar kita melakukan sesuatu. Perhatikan, di contoh kalimat persuasif, terdapat kata kerja perintah berakhiran imbuhan seperti -i, -lah, atau -kan.

3. Menggunakan istilah keilmuan

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang mengungkapkan konsep dan biasa ditemukan dalam bidang tertentu. Contohnya, dalam bidang sastra kamu akan menemukan istilah puisi, prosa, resensi, atau fiksi. Dalam proposal, istilah juga biasa ditemukan, baik berkaitan dengan kegiatan itu sendiri atau bidang keilmuan yang terkait.

Contoh:

a. Dalam proposal penelitian, kamu menemukan istilah seperti penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, abstrak, daftar pustaka, hipotesis, dan sebagainya.

b. Dalam proposal kegiatan yang dilakukan di sekolah, kamu menemukan istilah seperti peserta didik, minat baca, media pembelajaran, tatap muka, dan sebagainya.

c. Dalam proposal bisnis, kamu menemukan istilah seperti UMKM, strategi pemasaran, modal, investor, proses produksi, dan sebagainya.

4. Menggunakan kata kerja tindakan

Kata kerja tindakan ini menyatakan langkah-langkah kegiatan. Contohnya mendokumentasikan, menganalisis, menyusun, mengumpulkan data, dan sebagainya.

5. Menggunakan kata pendefinisian

Kata-kata yang dimaksud meliputi adalah, merupakan, ialah, yakni, dan yaitu.

6. Menggunakan kata yang bersifat "keakanan"

Kata keakanan adalah kata yang menunjukkan keinginan melakukan sesuatu di masa depan. Kata-kata tersebut meliputi akan, direncanakan, dan diharapkan.

7. Menggunakan konjungsi urutan antarkalimat

Konjungsi atau kata hubung urutan adalah konjungsi yang berfungsi menyatakan urutan suatu hal. Sementara itu, konjungsi antarkalimat berada di awal kalimat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa konjungsi urutan antarkalimat adalah konjungsi yang menyatakan urutan dan letaknya ada di awal kalimat. Konjungsi seperti ini berfungsi untuk menunjukkan perincian.

Contoh:

Sebelum memulai proses pengumpulan data, kita harus mengidentifikasi tujuan penelitian yang akan capai. Kita bisa mulai dengan menulis beberapa daftar tujuan, kemudian memilih tujuan yang paling tepat. Selain itu, dari tujuan penelitian kita akan mengetahui data apa yang dibutuhkan.

8. Menggunakan kalimat denotatif

Denotatif artinya bermakna lugas atau sebenarnya. Tangan panjang menurut makna denotatif artinya tangan yang panjang. Kalimat denotatif digunakan demi menghindari kesalahpahaman dengan pihak yang kita kirimi proposal.

Lawan denotatif adalah konotatif, atau maknanya sudah bergeser. Menurut makna konotatif, tangan panjang artinya suka mencuri. Kalimat konotatif lebih cocok digunakan dalam karya fiksi seperti cerpen dan puisi.

Nah, itulah pembahasan tentang Kaidah Kebahasaan Proposal. Jangan lupa membaca Pengertian, Jenis, dan Manfaat Proposal. Jika suka dengan artikel ini, mohon ikuti blog atau tuliskan pemikiranmu di kolom komentar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar