Sebelumnya, kita sudah mempelajari Proposal: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya. Sekarang, kita akan membahas Struktur Proposal Kegiatan.
Sekali lagi, proposal adalah usulan rencana kegiatan yang ditulis secara sistematis dan detail. Sama seperti teks nonfiksi yang lain, seperti Teks Prosedur dan Teks Eksplanasi, proposal memiliki struktur dan unsur kebahasaannya sendiri. Kali ini, mari simak struktur proposal kegiatan berikut ini.
Struktur Proposal Kegiatan
Proposal kegiatan adalah jenis proposal yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Siapa pun akan berhadapan dengan proposal kegiatan, sebab kita adalah bagian dari masyarakat yang kerap mengadakan kegiatan. Untuk itu, penting untuk mempelajari materi ini.
Adapun struktur proposal kegiatan pada umumnya meliputi:
a. Nama Kegiatan
Tuliskan nama kegiatan dengan jelas. Nama kegiatan harus menggambarkan acara yang hendak kalian adakan. Buatlah spesifik, jangan terlalu umum. Tuliskan konteks kegiatan di bagian judul.
Contohnya adalah PROPOSAL MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI MAN 3 LEBAK, bukan PROPOSAL MAULID NABI MUHAMMAD SAW.
b. Pendahuluan
Pendahuluan berisi latar belakang dan tujuan kegiatan. Yakinkan pihak yang kita tuju di bagian ini. Buatlah mereka tertarik dengan kegiatan kita menggunakan kalimat-kalimat yang membujuk.
Latar belakang berarti alasan kita mengadakan suatu acara. Sementara itu, tujuan kegiatan mirip dengan manfaat diadakannya kegiatan. Jika masih bingung, penjelasan kedua hal itu bisa diibaratkan dengan kita mengikuti senam.
Semua orang bersedia ikut senam dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah untuk hidup lebih sehat. Sedangkan, tujuan atau manfaat senam banyak sekali, lebih dari sekadar hidup sehat. Sederhananya, latar belakang adalah makna kegiatan bagi diri kita, sedangkan tujuan adalah maknanya bagi umum.
c. Isi Proposal
Isi proposal berupa rincian waktu dan tempat, peserta, dan fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan. Tuliskan rincian hal-hal tersebut dengan jelas agar proposal menjadi meyakinkan.
d. Susunan Acara
Susunan acara adalah rincian sesi acara, termasuk penanggung jawab dari setiap sesi. Susunan acara dibuat supaya kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.
e. Susunan Kepanitiaan
Susunan kepanitiaan berisi nama-nama panitia yang bertanggung jawab dalam suatu kegiatan. Panitia setidaknya terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.
f. Anggaran Kegiatan
Anggaran kegiatan adalah perkiraan biaya yang diperlukan untuk acara. Bagian ini harus ditulis dengan hati-hati karena merupakan yang paling sering diperhatikan.
g. Penutup Proposal
Biasanya berisi harapan penyusun terhadap pihak yang diajukan proposal. Akhiri dengan menambahkan ucapan terima kasih untuk pihak yang diajukan karena telah bersedia membaca proposal.
Setelah penutup proposal, sediakan kolom tanda tangan bagi pihak yang dituju. Tanda tangan berarti persetujuan atas kegiatan.
Namun, perlu kalian ingat bahwa struktur proposal ini tidak mutlak. Dalam artian urutan dan isinya bisa saja berubah tergantung situasi dan aturan lembaga. Struktur proposal kegiatan yang berbeda bisa saja akan kalian jumpai di tempat lain. Ini hanya merupakan salah satu gambaran. Kalian bisa melihat salah satu contoh proposal di link berikut: Contoh Proposal Kegiatan Lomba Film.
Nah, itulah pembahasan tentang struktur proposal kegiatan. Jangan lupa membaca Pengertian, Jenis, dan Manfaat Proposal dan Kaidah Kebahasaan Proposal. Jika suka dengan artikel ini, mohon ikuti blog atau tuliskan pemikiranmu di kolom komentar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar