a. Hancurnya kekuatan-kekuatan besar di Eropa Barat
Negara-negara Eropa Barat, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Belanda, Belgia dan Luxemburg merupakan negara-negara yang hancur akibat terjadinya Perang Dunia II. selain itu di kawasan Asia, Jepang memerlukan waktu belasan tahun untuk kembali menjadi raksasa ekonomi, akibat dijatuhkannya Bom Atom di kota Hiroshima dan Nagasaki. begitu pula Cina yang harus menerima konsekuensi akibat pendudukan Jepang di wilayahnya.
Kehancuran infrastruktur dan pabrik-pabrik mengakibatkan proses produksi melambat. Kelaparan dan kemiskinan membayangi setiap saat negara-negara yang terlibat dalam PD II, termasuk negara-negara pemenang. Pada perkembangan berikutnya, kehadiran dua raksasa adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet akan membantu pemulihan ekonomi dan pembangunan di Eropa, baik barat maupun timur. Dengan program Marshall Plan dan Molotov Plan yang diusung masing-masing negara.
b. Kemerdekaan bagi negara-negara jajahan Eropa di Asia dan Afrika
Negara-negara non-Eropa yang selama sebelum PD II menjadi jajahan dari bangsa-bangsa di Eropa, mendapatkan momentum yang baik ketika negara penjajah mereka melemah dan berfokus dalam menghadapi kekuatan Blok Axis dalam PD II. Inggris di India dan Burma, Belanda di Indonesia, Perancis di Indo-China, dan kawasan-kawasan lain dapat dikatakan mendapatkan waktu singkat untuk membangun kemerdekaan negaranya akibat terjadinya Perang Dunia II. Sering juga proses ini disebut sebagai dekolonialisasi negara-negara di kawasan Asia-Afrika.
Kekuatan negara-negara baru yang mendapat kemerdekaan setelah Perang Dunia II ini pada umumnya memang berasal dari Kawasan Asia-Afrika yang pada gilirannya nanti, sekitar tahun 1955, membuat sebuah konferensi yang bernama Konferensi Asia-Afrika. Konferensi tersebut sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemerdekaan sebagai negara yang berdaulat
c. Berkembangnya teknologi secara pesat
Terjadinya Perang Dunia II membantu memaksa berkembangnya teknologi yang masif, meskipun pada awalnya diperuntukan untuk keperluan perang. Ketika perang berakhir, teknologi-teknologi tersebut dialihfungsikan untuk kepentingan lain seperti produksi listrik dan telekomunikasi.
Penggunaan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki untuk mengakhiri perang membuat negara-negara besar, seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, China, menyadari, perlunya memiliki senjata pemusnah massal sebagai bagian dari kekuatan militer. Hal ini pada berikutnya membawa dunia kepada sebuah perlombaan pembuatan senjata pemusnah massal besar-besaran, khususnya pada periode Perang Dingin.
d. Lahirnya Perserikatan Bangsa-bangsa
Piagam San Fransisco pada 26 Juni 1945 ditandatangani oleh 50 negara yang kemudian disebut sebagai anggota asli PBB. Piagam tersebut memuat pandangan umum mengenai persamaan hak dan derajat manusia dari bangsa manapun. Selain itu, dalam pembukaan (Preambule) piagam tersebut, tertuang keharusan memajukan standar hidup dan sosial demi mencapai kebebasan yang lebih besar.
Deklarasi ini bersifat mengikat seluruh anggota yang menandatangi. Pendiri organisasi ini memiliki hak khusus yang disebut sebagai Hak Veto—berarti dapat menggagalkan keputusan atau resolusi apavpun yang dihasilkan oleh PBB. Kelima pendiri organiasi PBB ini sebenarnya adalah pihak-pihak pemenang dalam Perang Dunia II, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Uni Soviet (kemudian berganti ke Rusia), dan Cina (kemudian berganti ke Republik Rakyat Tiongkok).
e. Dimulainya Era Perang Dingin
Perang Dingin merupakan ketegangan yang timbul antara dua kekuatan besar dunia sebagai hasil kemenangan di Perang Dunia II. Secara ideologi, Perang Dunia II dimenangkan oleh ideologi liberalisme dan komunisme melawan ideologi fasisme. Ketika musuh bersama mereka telah kalah (fasisme), terjadilah ketegangan antara ideologi liberal, yang dimotori oleh Amerika Serikat dengan ideologi komunisme yang dimotori oleh Uni Soviet yang pada perkembangan berikutnya dimotori oleh Republik Rakyat Tiongkok.
Secara umum, perbedaan kedua ideologi tersebut meruncing karena perbedaan pandangan mengenai bagaimana tatanan dunia selepas Perang Dunia II. Masing-masing bersikukuh bahwa ideologi yang diusungnya adalah paling benar. Ketegangan ini setidaknya berlangsung hingga pada tahun 1989. Ketegangan ini mereda selepas bubarnya negara Uni Soviet yang kemudian berubah menjadi negara Rusia.
f. Kelahiran Organisasi PBB
PBB atau Perserikatan Bangsa Bangsa merupakan organisasi internasional yang bergerak untuk mendorong kerja sama internasional meliputi kerja sama untuk menangani persoalan hukum internasional, pengamanan, ekonomi, dan perlindungan sosial. PBB didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 memiliki tujuan yang garis besarnya sama seperti Liga Bangsa Bangsa, yaitu untuk mencegah konflik dan terjadinya peperangan.
Akibat keadaan dunia yang semakin kacau akibat perang, Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill menggagas pertemuan yang menghasilkan sebuah kesepakatan yang disebut Piagam Atlantik. Isi Piagam Atlantik sebagai berikut. 1. Tidak melakukan perluasan (negara) 2. Menjaga hak setiap bangsa untuk dapat memilih bentuk pemerintahan (tidak campur tangan) 3. Mengakui hak semua negara agar turut serta dalam kerjasama ekonomi (pedagangan) 4. Mengusahakan perdamaian dunia di setiap bangsa memiliki kesempatan untuk bebas dari rasa takut dan kemiskinan 5. Mengupayakan penyelesaian masalah/sengketa secara damai
Isi pokok Piagam Atlantik menjadi acuan dalam konferensi internasional mengenai penyelesaian Perang Dunia II dan menjadi jalan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dilanjutkan dengan beberapa pertemuan yang mengarah pada pembentukkan PBB yaitu:
1. Tahun 1943 di Moskow, terjadi Deklarasi Moskow yang berisi tentang keamanan umum. Deklarasi ini ditanda tangai oleh Inggris, Amerika Serikat, Rusia, dan Cina. Negara-negara tersebut mengakui pentingnya organisasi internasional dalam mewujudkan perdamaian dunia.
2. Pada 21 Agustus 1944, dilakukan konferensi Dumbarton Oaks yang diikuti 39 negara dan bertempat di Washington DC. Konferensi ini membahas rencana pendirian PBB. Setelah pertemuan ini, piagam PBB sudah dipersiapkan.
3. Piagam PBB yang yang telah berhasil dirumuskan, ditandatangani pada tanggal 26 juni 1945 di San Franscisco. Penandatanganan piagam PBB ini diikuti oleh 50 negara. Selanjutnya, kelima puluh negara tersebut memiliki sebutan negara pendiri atau original members. Struktur Piagam PBB terdiri dari pembukaan dalam 4 alinea, Batang tubuh yang berisi 19 bab dan 111 butir pasal. Isi Piagam PBB memuat tujuan berdirinya PBB, Asas-asas, badan khusus, tugas dan kewajiban alat kelengkapan PBB, dan Keanggotaan PBB.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar