Rabu, 22 Februari 2023

Kedatangan Jepang di Indonesia

1. Penguasaan Kepulauan Indonesia

Sejak pengeboman Pearl Harbour oleh Jepang pada 8 Desember 1941, serangan terus dilancarkan angkatan laut Amerika Serikat di Pasifik. Kemenangan pasukan Jepang seolah-olah tak dapat dikendalikan dan pasukan itu berturut-turut menghancurkan basis militer Amerika.

Pada Januari 1942, Jepang mendarat di Ambon, Maluku. Meskipun pasukan KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger) Belanda dan Australia berusaha menghalangi, tapi kekuatan Jepang tidak dapat dibendung. Daerah Tarakan di Kalimantan Timur kemudian dikuasai oleh Jepang bersamaan dengan Balikpapan pada 12 Januari 1942.

Pada tanggal 1 Maret 1942, kemenangan tentara Jepang dalam perang Pasifik menunjukkan kemampuan Jepang dalam mengontrol wilayah yang sangat luas yaitu dari Burma sampai Pulau Wake. Untuk menghadapi gerak invasi tentara Jepang, Belanda pernah membentuk Komando Gabungan tentara serikat yang disebut ABDACOM (American British Dutch Australian Command) yang bermarkas di Lembang. Panglima dari pergerakan tersebut bernama Jendral Sir Archhibald. Kemudian, Letnan Jendral Ter Poorten diangkat sebagai panglima perang tentara Hindia-Belanda.

Dalam upaya menguasai Jawa, terjadi pertempuran di laut Jawa, yaitu antara Jepang dengan Angkatan Laut Belanda di bawah Laksamana Karel Doorman. Tanggal 5 Maret 1942, Batavia jatuh ke tangan Jepang. Tentara Jepang terus bergerak ke arah selatan dan menguasai kota Buitenzorg (Bogor). Dengan mudah, kota-kota di Jawa yang lain juga jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya, pada 8 Maret 1942, Jendral Ter Poorten atas nama komandan pasukan Belanda atau sekutu menandatangani penyerahan tidak bersyarat kepada Jepang yang diwakili Jendral Imamura.


2. Selamat Datang “Saudara Tua”

Kedatangan Jepang di Indonesia disambut dengan senang hati oleh rakyat Indonesia. Jepang dianggap sebagai “Saudara Tua” yang dipandang dapat membebaskan rakyat dari kekuasaan Belanda. Di mana-mana terdengar ucapan ”banzai” (mirip "hore"). Sementara itu, pihak tentara Jepang terus melakukan propaganda-propaganda untuk terus mengerakkan dukungan rakyat Indonesia. Setiap kali radio Tokyo memperdengarkan lagu Indonesia Raya, di samping Lagu Kimigayo, bendera yang berwarna Merah Putih juga boleh dikibarkan berdampingan dengan Bendera Jepang Hinomaru.

Jepang juga akan membantu memajukan rakyat Indonesia. Program Pan-Asia Jepang dijanjikan akan memajukan dan menyatukan seluruh Rakyat Asia. Untuk lebih meyakinkan rakyat Indonesia, Jepang menegaskan kembali bahwa Jepang tidak lain adalah “Saudara Tua”. Artinya, Jepang dan Indonesia sama. Bahkan, untuk meneguhkan propaganda tentang Pan-Asia, Jepang berusaha membentuk perkumpulan yang diberi nama “Gerakan Tiga A”.

Bunyi Gerakan 3A: Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia, Nippon Cahaya Asia.


3. Pembentukan Pemerintahan Militer

Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari markas besar tentara Jepang agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Di seluruh Indonesia, bekas wilayah Hindia Belanda itu dibagi menjadi tiga wilayah pemerintahan militer.

a. Pemerintahan Militer Angkatan Darat, yaitu tentara kedua puluh lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Pusatnya di Bukittinggi.

b. Pemerintahan Militer Angkatan Darat, yaitu Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa dan Madura. Pusatnya di Jakarta. Kekuatan pemerintahan militer ini kemudian ditambah dengan Angkatan Laut (Ni Nangkenkantai).

c. Pemerintahan Militer Angkatan Laut, yaitu Armada Selatan Kedua, untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pusatnya di Makassar.

10 komentar:

  1. Nama : sulis oktavia
    Kelas : Xl ips 2

    BalasHapus
  2. Nama:maya wulandari
    Kelas:XI ips 2

    BalasHapus
  3. NAMA:SUPI NIPITA
    KELAS:XI IPS II

    BalasHapus
  4. Nadila Nurul Fadilah
    XI IPS 2

    BalasHapus
  5. nama:ria Amelia
    kelas: XI ips 2

    BalasHapus
  6. Nama : Dewi komalasari
    Kelas : Xl ips 2

    BalasHapus
  7. Nama:Ravli pebriana
    Kls:XI ips 2
    Comen:ternyata jepang sangat amat kejam

    BalasHapus
  8. Anisa Juliyanti
    XI IPS 2

    BalasHapus
  9. Anisa Juliyanti
    XI IPS 2

    BalasHapus
  10. Nama :marni
    Kelas :XI ips 2

    BalasHapus