Rabu, 15 Maret 2023

Esensi dan Sistematika Resensi

Resensi adalah ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya lain. Tugas peresensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak dibaca atau tidak.

Perhatikan pendapat para ahli mengenai resensi!

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia, resensi merupakan pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku.
  2. Kosasih (2019: 493) menyatakan bahwa resensi adalah tulisan yang berisi tinjauan ulasan kualitas suatu buku, film, pementasan drama, album lagu, lukisan, ataupun karya lainnya.
  3. Setiyaningsih (2017: 65) menyatakan bahwa resensi adalah penilaian terhadap karya orang lain dengan memberikan pertimbangan baik dan buruk karya tersebut secara objektif. Dengan kata lain resensi merupakan cara menghargai tulisan atau karya orang lain dengan memberikan komentar secara objektif.

Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan manfaat bagi pembaca. Unsur- unsur atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai berikut.

  1. Judul resensi
  2. Identitas buku yang diresensi
  3. Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain)
  4. Inti/isi resensi
  5. Keunggulan buku
  6. Kekurangan buku
  7. Penutup

1. Judul resensi

Judul resensi harus sesuai dengan keseluruhan isi resensi.

2. Identitas buku

Identitas buku mencakup judul buku, jenis buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, cetakan ke-, dan jumlah halaman. Peresensi harus menunjukan jenis buku yang diresensi, termasuk fiksi dan nonfiksi.

3. Pendahuluan atau pembuka resensi

Bagian pendahuluan berisi landasan berpikir peresensi. Biasanya mengemukakan tema dan deskripsi buku secara singkat.

4. Isi resensi

Isi resensi meliputi sinopsis atau isi buku secara ringkas, ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya, keunggulan buku, kelemahan buku, tinjauan bahasa, dan kesalahan cetak.

a. Sinopsis isi buku

Dalam bagian ini peresensi mengemukakan pokok-pokok isi buku. Jika yang diresensi buku-buku fiksi, peresensi harus mengemukakan unsur-unsur yang berhubungan dengan masalah, watak, dan latar cerita. Sehingga orang lain penasaran ingin membacanya.

b. Kelemahan dan Keunggulan buku

Penulisan resensi harus mengemukakan segi-segi menarik dari buku tersebut. Penulis buku juga harus mengemukakan kekurangan dari buku tersebut.

5. Penutup

Unsur penutup resensi berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa. Peresensi juga mengemukakan simpulan dalam bagian penutup. Penulisan resensi harus mengemukakan nilai yang diperolehnya terhadap buku yang diresensi dan imbauan-imbauan untuk pembaca.


Unsur Kebahasaan Teks Resensi

Teks resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan seperti berikut.

a. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu.

Contoh:

1) Tak disangka Bella pun memiliki perasaan yang sama. Bella akhirnya menceritakan kepada Edward bahwa dia seorang Vampir.

2) Pada saat mereka sedang belajar bersama, Ibu Edward membawa cemilan kepada mereka berdua, yaitu keripik jengkol.

b. Banyak menggunakan konjungsi temporal: sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.

Contoh:

1) Dia kemudian disukai oleh para siswa pria di sekolahnya.

2) Mulailah kisah pertemanan mereka sampai akhirnya Edward menyadari ada sesuatu yang aneh pada diri Bella.

c. Banyak menggunakan konjungsi penyebaban: karena, sebab.

Contoh: Keeseokan harinya pada saat sekolah, Bella meminta maaf kalau Edward akan menjadi Vampir juga karena telah tertetesi cairan air liurnya.

d. Menggunakan kata kerja mental, seperti menarik, menyukai, menikmati, menyelami, menyadari, mengejutkan, memikat, dan bahagia.

Contoh:

1) Buku ini memiliki keunggulan dari segi karakteristik tokoh-tokohnya sehingga pembaca dapat dengan mudah menyelami karakter para tokohnya.

2) Novel ini membawa pembacanya untuk tidak hanya menikmati kisahnya.

3) Mulailaah kisah pertemanan mereka sampai akhirnya Edward menyadari ada sesuatu yang aneh pada diri Bella.

4) Ada sesuatu yang memikat pada kubus kecil ini.

5) Ia memiliki konsep sederhana, elegan, namun secara mengejutkan sulit untuk diselesaikan.

e. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal itu ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya.

Contoh:

1) Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agamanya.

2) kita harus senantias berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini dengan keberadaan Tuhan Semesta Alam.

3) Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang sudah bertaubat.


C. Rangkuman

  • Resensi adalah tulisan yang berisi tinjauan ulasan kualitas suatu buku, film, pementasan drama, album lagu, lukisan, ataupun karya lainnya, atau penilaian baik buruknya suatu karya.
  • Unsur- unsur atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya judul resensi, identitas buku yang diresensi, pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain), inti/isi resensi, keunggulan buku, kekurangan buku, dan penutup.
  • Teks resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan, seperti: menggunakan konjungsi penerang, konjungsi temporal, konjungsi penyebaban, menggunakan kata kerja mental, dan menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar