Sabtu, 31 Desember 2022

Pengaruh Perang Dunia I

Perang Dunia I memiliki dampak yang mengubah bentuk ekonomi dan politik dunia secara permanen. Perang tersebut memberikan kekuatan besar pada Amerika Serikat, meruntuhkan Kerajaan Eropa, memunculkan negara-negara baru, menciptakan ketegangan etnis yang berkelanjutan, dan berkontribusi pada terjadinya Perang Dunia II. Saat ini, peristiwa tersebut dihidupkan kembali melalui rekaman kenangan, pameran museum, buku, televisi, dan film. Sejak tahun 1960-an, minat terhadap perang tersebut semakin meningkat dan memunculkan pengembangan wisata ke medan pertempuran di Garis Depan Barat.

1. Menuju Perang Baru

Perjanjian Versailles pada tanggal 28 Juni 1919 secara resmi mengakhiri Perang Dunia I. Namun, syarat-syarat perjanjian yang diberlakukan pada Jerman sangat berat dan menuai kebencian serta ekstremisme politik. Perang yang seharusnya mengakhiri semua perang berubah menjadi dua puluh tahun persiapan menuju pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1939. Dampak perjanjian Versailles selama periode antarperang ini sangat signifikan dan mengubah wajah dunia. Meskipun Presiden Woodrow Wilson memasukkan Empat Belas Titik dalam perjanjian tersebut, Senat Amerika Serikat menolak untuk meratifikasinya. Pada saat itu, Amerika Serikat bahkan menjalankan kebijakan isolasionis yang mencegah bantuan keuangan dan pembayaran utang global.

Di Jerman, banyak yang merasa bahwa pasukan mereka tidak terkalahkan dan kekalahan mereka disebabkan oleh politisi yang tidak kompeten dan penghasut konflik internal. Kebanggaan nasional Jerman semakin terguncang ketika pasukan Prancis menduduki wilayah industri Ruhr pada tahun 1921 karena Jerman tidak bisa membayar. Perjanjian Versailles juga menetapkan bahwa Jerman hanya boleh mempertahankan 100.000 tentara bersenjata, sehingga banyak mantan tentara bergabung dengan kelompok ekstrem sayap kanan selama krisis sosial dan ekonomi pada tahun 1920-an. Inflasi yang tinggi dan kegagalan pemerintah Jerman untuk menanggulanginya memperparah situasi tersebut, dan akhirnya memunculkan Partai Sosialis Nasional (Nazi) di bawah kepemimpinan Adolf Hitler pada tahun 1933.

2. Eropa Baru

Di Eropa, politik juga mengalami perkembangan berbahaya setelah Perang Dunia I. Italia merasa dirugikan dalam perjanjian Versailles, sehingga memberi kesempatan pada Benito Mussolini dan kelompok fasis untuk mengambil alih kekuasaan. Selain itu, peta politik Eropa Timur juga mengalami perubahan signifikan dengan munculnya negara-negara baru seperti Polandia, Yugoslavia, Verlandia, dan Cekoslovakia. Namun, kebanyakan negara baru ini lemah dan rentan terhadap perpecahan di masa depan.

Perang Dunia I meninggalkan warisan yang panjang di Eropa dan dunia, terutama dalam hal konflik dan perpecahan etnis. Warisan ini berlanjut hingga PD II dan Perang Dingin, dan bahkan berperang dalam pertempuran sengit di Bosnia-Herzegovina pada tahun 1990-an.

3. Masalah di Timur Tengah

Dampak perjanjian Versailles juga dirasakan di Timur Tengah, dan efeknya masih terasa hingga saat ini. Meskipun wilayah Arab dibebaskan setelah kekalahan Jerman, Kerajaan Ottoman tidak diberikan kemerdekaan dalam perjanjian Versailles. Wilayah yang luas dipecahbelahkan secara acak dan batas-batas teritorial ditegaskan. Negara-negara baru ditetapkan di bawah mandat Inggris dan Prancis, yang menyebabkan banyak masalah terkait nasionalisme, agama, dan kendali atas produksi minyak, menanam banyak benih masalah yang terus berlanjut hingga saat ini.

4. Wisata Medan Tempur

Wisata medan tempur Garis Depan Barat menjadi populer pada masa jedah perang dan terus berkembang hingga saat ini. Wisata ini membantu membangun kembali ekonomi lokal yang terdampak oleh perang. Meskipun PD II sempat menghentikan wisata ini, namun munculnya televisi memicu keinginan banyak orang untuk mengunjungi medan tempur tersebut. Hingga tahun 1974, jumlah pengunjung meningkat menjadi 250.000 orang per tahun. Selain itu, pertanyaan pribadi mengenai lokasi-lokasi makam juga meningkat tajam. Saat ini, wisata medan tempur masih populer dan dilayani oleh banyak hotel, kafe, dan perusahaan tur medan tempur. Upacara "Last Post" di Ypres juga masih dilakukan setiap malam dan menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung.

5. Museum, Monumen, dan Peninggalan Budaya

Bermula di 1960-an dan berkembang selama 1990-an, PD I berubah dari sebuah minat khusus ke peristiwa budaya yang penting. Perang itu menjadi campuran hebat antara wisata medan tempur yang menarik, mencakup makam-makam perang yang terawat baik,museum dan pameran perang, serta memorial tua dan batu. Ide perang sebagai sebuah peninggalan budaya telah tiba. Di Inggris, Museum Perang Kerajaan melakukan pameran-pameran besar. Sebuah Inventaris Memorial Perang Nasional telah dibentuk,dan hening cipta dua menit pada 11 November diikuti oleh semakin banyak orang. Di Prancis dan Belgia,”Pengalaman garis depan Barat” telah menjadi wisata komersial. Badan-badan wisatawan di Ypres dan somme menyelenggarakan acara khusus, dan hotel, restoran serta toko local menghias diri dengan tema Perang Besar.

6. Arkeologi Medan Tempur

Barulah akhir-akhir ini PD I dipandang sebagai subjek arkeologi penting untuk dipelajari. Pada tahun 2001, sebuah pemakaman massal duabelas serdadu Jerman ditemukan di Gavrelle, menyisakan tengkorak yang masih menggunakan helm, dan sepertinya dikubur dengan terburu-buru oleh rekannya. Di Flanders, Belgia, di medan tempur tua Ypres Salient, kelompok amatir lokal melakukan penggalian hingga tahun 2002. Setelah itu, Institut Peninggalan Arkeologi Flanders Barat terlibat secara resmi. Penyelidikan pertamanya adalah sebuah penggalian pada jalur perpanjangan jalan raya A19 di luar Ypres. Pemantauan arkeologi mencakup foto udara, peta parit, dan deskripsi masa kini tentang pertempuran, juga wawancara warga setempat dan penjelajahan medan perang. Pendekatan menyeluruh ini menemukan sembilan zona untuk diteliti. Mereka menemukan perbedaan antara struktur parit Jerman dan Inggris, tujuh jasad manusia, sistem parit, papan pelindung, amunisi, dan perlengkapan serdadu. Sejak 2002, arkeologi profesional telah tiba di medan-medan tempur Garis Depan Barat. Perkembangan paling penting adalah terbentuknya Departemen Arkeologi PD I di Belgia pada tahun 2002, yang memusatkan perhatian pada siapa yang diperbolehkan melakukan penggalian, caranya, tempat, dan waktunya.

7. Melindungi Kenangan

Melakukan penggalian situs PD I dapat melibatkan peristiwa yang masih segar dalam ingatan. Karena itu, penyelidikan menjadi sensitif dan sulit bagi para peneliti dan pengunjung. Media sering menampilkan gambar tengkorak tentara yang tidak dikenal, dengan penekanan bahwa mereka mungkin adalah nenek moyang kita. Hal ini menjadi lebih emosional dengan laporan tentang ratusan ribu jasad yang belum diidentifikasi yang masih tergeletak di medan perang. Nama-nama mereka tercatat di memorial besar untuk tentara yang hilang di Thiepval di Somme, dan di Tycenot dan Menin Gate di Flanders, Belgia. Komisi Monumen Tempur Amerika dibentuk oleh undang-undang Kongres pada tahun 1923 untuk menghormati pengorbanan tentara Amerika Serikat. Di Amerika, 11 November diperingati sebagai Hari Veteran dan diperingati dengan upacara di beberapa lokasi tugu peringatan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar