Struktur Ceramah
Secara umum, struktur ceramah adalah pembuka/pendahuluan, isi, dan penutup. Bila dijabarkan lebih terperinci, tiga struktur tersebut bisa dibagi lagi, seperti di bawah ini. Meskipun demikian, struktur ini sejatinya tidak mutlak. Urutannya bisa ditukar dan salah satu bagiannya bisa ditambah atau dihilangkan.
1. Pendahuluan
a. Salam pembuka
Mulailah ceramah dengan salam, disesuaikan dengan kondisi dan situasi. Kita dapat menyebut satu atau banyak salam dari banyak agama sekaligus, untuk menunjukkan kita menghargai semua kalangan.
- Assalamualaikum (Islam)
- Shalom (Kristen dan Katolik)
- Oom swastiastu (Hindu)
- Namo Buddhaya (Buddha)
- Salam Kebajikan (Konghucu)
b. Sapaan
Setelah salam, gunakan sapaan untuk menunjukkan kita menyambut para hadirin. Dengan merasa disambut, pendengar ceramah bisa lebih senang mendengar ceramah kita. Dahului sapaan dengan, “Selamat …” disesuaikan dengan waktu acara. Lalu, lanjutkan dengan penghormatan seperti, “Para hadirin yang saya hormati”, “siswa/siswi yang saya banggakan”, dan sebagainya menyesuaikan dengan kalangan pendengar dan posisi kita sebagai pembicara.
c. Puji syukur
Jangan lupa memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan. Tanpa rida-Nya, kita mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mengisi ceramah atau bahkan menyelenggarakan acara. Bagian ini penting juga karena kita tinggal di negara yang mengedepankan agama.
2. Isi
a. Topik ceramah
Sebelum masuk ke dalam pembahasan, penceramah biasanya menyebutkan secara langsung topik apa yang hendak dibahas. Contoh kalimatnya adalah, “Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk membahas masalah Bakti kepada Orang Tua.” Penggalan ini menunjukkan bahwa topik ceramah adalah tentang bakti kepada orang tua.”
b. Isi ceramah
Bagian topik langsung dilanjutkan dengan isi ceramah. Pada bagian ini, penceramah biasanya akan memaparkan masalah terkait topik ceramah. Bila topiknya adalah menjaga keharmonisan rumah tangga, penceramah dapat memulai isi ceramah dengan menjabarkan kasus perselingkuhan dan skandal orang ketiga yang terjadi baru-baru ini. Berikan pendapat berdasarkan data dan fakta yang jelas.
Setelah masalah, lanjutkan ceramah dengan solusi. Gunakan kalimat-kalimat ajakan agar pesan kita bisa lebih mudah diterima oleh pendengar.
c. Simpulan
Sampaikan kembali poin-poin penting permasalahan dan solusi yang sudah dibahas. Tujuannya untuk mengingatkan pendengar atas hal yang mungkin terlewat.
3. Penutup
a. Harapan
Bagian ini mirip dengan doa. Berikan doa yang baik untuk pendengar. Pembicara juga dapat berharap para hadirin mendapatkan manfaat dari ceramah, dan lebih baik lagi jika mampu mengamalkan, misalnya, “Semoga kita bisa senantiasa konsisten dalam menjalankan perintah agama” atau, “Mudah-mudahan ceramah ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu sekalian. Semoga kita semua terhindar dari kemaksiatan.”
b. Ungkapan maaf dan terima kasih
Ini adalah salah satu tata krama yang penting. Ucapkan permintaan maaf karena isi ceramah atau kata-kata kita mungkin telah menyinggung perasaan orang lain. Jangan lupa berterima kasih karena para hadirin, dengan bersedia mendengarkan ceramah, telah mengorbankan waktu mereka yang berharga.
c. Salam penutup
Tutup ceramah dengan salam. Bisa salah satu atau banyak salam beberapa agama sekaligus. Khusus untuk salam menurut Islam, gunakan, “Wassalamualaikum warrahmatullahiwabarakaatuh.”
… Hadirin yang dirahmati Allah SWT, pada kesempatan ini, izinkan saya bercerita mengenai pentingnya menuntut ilmu. Tentu kita sadar, dengan ilmu pengetahuan kita akan mendapatkan pemahaman. Salah satunya betapa pentingnya menuntut ilmu sebagaimana telah diberikan contoh Allah melalui firman pertama yang turun. Bahwasanya Allah mengajari Nabi Muhammad SAW untuk membaca.
… Dampak negatif lain dari kemajuan teknologi adalah banyak terjadi penyebaran berita bohong menggunakan media sosial. Dan yang paling penting adalah bahwa kini korbannya adalah para ibu-ibu rumah tangga. Karena terlalu sering main ponsel genggam, mereka menjadi susah untuk membedakan mana hal yang nyata dan mana yang hanya berita gosip saja. Oleh karena itu, kita seharusnya bijak dalam menggunakan teknologi.
- Kita tidak bisa diam saja melihat saudara-saudara kita dizalimi!
- Kalau begini terus, kapan kita bisa maju?
- Saya tidak habis pikir dengan perilaku mereka terhadap kita.
- Seharusnya kita semua bersyukur karena di belahan dunia yang lain, masih ada orang yang tidak bisa makan.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar