Jauh sebelum Perang Dunia I dimulai, Jerman sudah melakukan persiapan. Mereka ingin memperluas wilayah, memperluas jajahan, dan menjual hasil industri mereka. Rencananya, mereka akan bertarung di dua sisi: timur melawan Rusia dan barat melawan Prancis. Jerman yakin akan menang cepat dengan mengalahkan Prancis dan mengambil wilayah jajahannya. Lalu, mereka bisa fokus ke Rusia dan mengambil bagian-bagian dari Kekaisaran Rusia. Jerman merasa siap dengan senjata, tentara terlatih, dan strategi perang yang matang.
Pada Juni 1914, pangeran Austro-Hongaria dibunuh oleh orang Serbia. Austria-Hongaria curiga Rusia dan Serbia sudah membentuk aliansi. Sebelum menyerang Serbia, mereka meminta bantuan Jerman.
Jerman senang! Rencana mereka berjalan mulus. Begitu Prancis ikut campur, Jerman bisa memulai taktik mereka. Rasanya Prancis akan mudah dikalahkan. Lalu, Jerman bisa fokus mengalahkan Rusia sebelum pasukan Rusia siap. Seperti dugaan, Rusia ikut campur. Tapi Prancis baru menyatakan perang pada Agustus 1914. Jerman harus mencari alasan agar Prancis terlibat. Inggris pun bergabung dengan Prancis karena politik aliansi mereka.
Pada 1914, banyak politik aliansi antarnegara. Meskipun hanya ada dua pihak utama—Blok Sentral (Jerman dan Austro-Hongaria) dan Blok Sekutu (Prancis, Inggris, Rusia)—banyak negara lain ikut bergabung, termasuk negara-negara jajahan Inggris dan Perancis. Perang yang dikira Jerman akan cepat selesai, malah berlangsung selama empat tahun penuh darah dan melibatkan lebih dari 30 negara. Ini yang utama:
Blok Sentral: Jerman dan Austria-Hongaria dibantu Turki dan Bulgaria.
Blok Sekutu: Inggris, Prancis, dan Rusia dibantu Yunani, Portugal, Rumania, Serbia, Italia, Jepang, Afrika Utara (Maroko, Aljazair, Libya, Mesir), dan Amerika Serikat pada 1917.
Netral: Denmark, Swedia, Norwegia, Belanda, Spanyol, Albania, Swiss, dan Amerika Serikat (sampai 1917).
Setidaknya, Jerman benar tentang lokasi pertempuran. Sebagian besar peperangan terjadi di dua medan tempur, yaitu Front Timur dan Front Barat.
Front Barat menggunakan strategi baru: Perang Parit. Ratusan kilometer parit (selokan) digali kedua pihak di perbatasan Prancis dan Jerman. Para prajurit, bersenjatakan senapan mesin, saling tembak. Tinggal di selokan memang menjijikkan, tapi aman dari tembakan. Tank, penemuan baru, diciptakan untuk melintasi parit terbuka dengan lebih aman. Tapi tank masih mudah diledakkan.
Front Timur memilih lebih terbuka, dibantu senapan mesin. Tank tidak dipakai di sini. Jerman mengalahkan Rusia dengan parah hingga tak ada serangan balasan ke Jerman.
Sementara Jerman dan Rusia saling bunuh di Front Timur, jutaan warga sipil Rusia mengungsi ke pedalaman Rusia yang dingin. Orang-orang kelaparan. Pada 1917, Rusia keluar dari Perang Dunia I karena ada kudeta di negaranya sendiri.
Dengan mundurnya Rusia pada 1917, Jerman hampir menang meski melawan banyak negara Sekutu. Tapi, tak lama setelah Rusia keluar, Amerika Serikat dengan jutaan tentara, senjata, dan amunisi, bergabung dengan Sekutu. Setahun kemudian, Jerman menyerah pada November 1918.
Artikel Selanjutnya >>>Perjanjian Versailles
Merasa sudah paham? Kerjakan tes berikut untuk mendapat nilai tambahan!
Link: https://mediabunoni.blogspot.com/p/tes-pengetahuan-nilai-tambahan.html
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar