Dari awal, Jerman merasa Inggris dan Prancis hampir menguasai dunia (Inggris dan Prancis punya banyak negara jajahan di Afrika, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Tengah). Khawatir dengan itu, Jerman, Italia, dan Austro-Hongaria menandatangani perjanjian rahasia untuk membentuk aliansi. Aliansi ini sifatnya jaga-jaga. Intinya, mereka setuju jika ada negara menyerang salah satu anggota, yang lain akan membantu. Sejarah menyebut kelompok ini (warna merah pada peta) sebagai Triple Alliance alias Blok Sentral.
Inggris, Prancis, dan Rusia juga sepakat untuk saling membantu melalui perjanjian rahasia. Sejarah menyebut kelompok ini (warna biru pada peta) sebagai Triple Entente alias Sekutu.
Beginilah keadaan Eropa
sebelum Perang Dunia I
Di
tahun 1914, ada negara kecil di wilayah Balkan (Eropa tenggara) bernama Serbia. Serbia telah merdeka dari Kekaisaran Ottoman. Tapi banyak orang
Serbia masih tinggal di Bosnia-Herzegovina. Seperti Serbia, Bosnia-Herzegovina
pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman, tetapi diambil alih oleh
Austro-Hongaria pada tahun 1908.
Nah,
orang Serbia di wilayah ini ingin Bosnia-Herzegovina menjadi bagian dari Serbia
yang baru saja merdeka, tapi dilarang Austro-Hongaria. Sebagai gantinya, mereka
mengizinkan rakyat Bosnia memilih parlemen (sejenis DPR), tetapi parlemen ini
tidak memiliki kekuasaan nyata. Apa pun yang diputuskan parlemen ini dapat
dibatalkan oleh Austro-Hongaria. Hal ini membuat marah warga Serbia di Bosnia.
Juni
1914, pangeran Austro-Hongaria, dan istrinya, mengunjungi Bosnia untuk
memeriksa pasukan yang ditempatkan di sana. Saat berkeliling, ada yang melemparkan
bom ke mobil mereka. Bom itu melukai seorang tentara Austria dan beberapa orang
yang lewat. Kemudian, pangeran dan istrinya pindah ke mobil lain, kali ini
dengan lebih banyak pengawal, untuk mengunjungi tentara yang
terluka itu.
Mobil
mereka salah berbelok. Ada seorang remaja Serbia berkeliaran di
trotoar. Dia mengenali sang pangeran. Pemuda ini punya pistol. Dia menembak mati
pangeran dan istrinya. Dia mencoba menembak dirinya sendiri, tetapi orang-orang
yang lewat mencegahnya.
Tidak
ada bukti bahwa pemerintah Serbia membantu pembunuhan ini. Tapi,
Austro-Hongaria menggunakan pembunuhan ini sebagai alasan menyerang dan menguasai
Serbia. Mereka menunggu sampai mendapat jaminan dari Jerman bahwa jika Rusia
maju untuk melindungi Serbia, Jerman akan turun tangan untuk membantu
Austro-Hongaria. Kurang dari sebulan kemudian, setelah menerima jaminan dari
Jerman, Austro-Hongaria menyatakan perang
terhadap Serbia.
Seperti yang diharapkan, Rusia turun tangan. Pada Agustus 1914, Prancis dan Inggris telah bergabung dengan Rusia dalam perang melawan Jerman dan Austro-Hongaria. Kedamaian antara negara-negara besar Eropa pun berakhir. Perang Besar telah dimulai.
Pendapat Lain
Banyak yang mengatakan perang di Eropa meletus karena politik aliansi. Tapi sebenarnya, alasan utamanya lebih ke urusan dagang. Jerman adalah negara industri seperti negara-negara Eropa lainnya. Mereka perlu menjual produk-produknya.
Di lain sisi, Inggris dan Perancis mempunyai pasar yang lebih luas akibat banyaknya negara jajahan. Wilayah jajahan kedua negara ini hampir mencakup seluruh dunia. Sementara Jerman sedikit sekali negara jajahannya. Masalahnya, Inggris dan Perancis tidak mengizinkan negara Eropa lain berdagang di negara-negara jajahan mereka alias pelit. Padahal Jerman juga perlu menjual produknya ke luar negeri agar ekonomi stabil. Demikian juga dengan Austro-Hongaria.
Itulah sebabnya saat Perang Dunia I berakhir, Presiden Wilson dari Amerika Serikat menerbitkan “Doktrin Wilson”, semacam perjanjian. Doktrin ini menghapus politik aliansi dan membuat aturan perdagangan internasional yang bebas. Wilson ingin dunia hidup damai. Sayangnya, Inggris dan Perancis tidak terima. Mereka menerbitkan perjanjian sendiri yang luar biasa merugikan Jerman, yaitu Perjanjian Versailles. Isinya begitu menyakitkan hati rakyat Jerman sehingga negara ini memulai kelajutan Perang Dunia I, yaitu Perang Dunia II.
Setelah membaca sejarah di atas:
- Menurut kamu, bagaimana agar tidak ada lagi perang di masa depan?
- Kira-kira apa hikmah yang kamu pelajari dari cerita ini?

•mengurangi konflik, menyelesaikan konflik secara damai, pembangunan ekonomi yang merata dan dengan mempromosikan Hak Asasi Manusia juga dapat mengurangi konflik
BalasHapus•mungkin perang bisa menghasilkan kemajuan teknologi seperti komunikasi, transportasi, senjata dll, tapi dengan perang belum tentu masalah bisa terselesaikan.
-mengontrol diri agar tidak terjadi konflik dan menyeimbangkan per ekonomian
BalasHapus-hikmah yang bisa dipetik adalah melihat bagaimana perang dunia harus mengorbankan banyak nyawa, harta benda dan segalanya.
-Mungkin harus bisa saling berdamai satu sama lain... Untuk bisa menyelesaikan konflik yang terjadi.
BalasHapus-Hikmah yang dapat kita ambil yaitu dengan lebih bersabar dan bisa mengambil langkah tepat untuk menghentikan perang tersebut.