Rabu, 14 Februari 2024

Penyebab Perang Dunia II

Pengertian

Perang Dunia II adalah peran besar antara Blok Poros (Jerman, Italia, dan Jepang) melawan Sekutu (Inggris, Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Perancis). Perang ini dimulai di Eropa, tetapi menyebar sampai ke seluruh dunia. Medan pertempurannya adalah Eropa dan Asia Tenggara. Banyak negara di dunia yang terlibat dalam perang itu. Sekitar 70 juta orang tewas dalam Perang Dunia II, menjadikannya perang terbesar dalam sejarah. Perang ini terjadi pada 1939—1945.


Penyebab Umum

1. Perjanjian Versailles

Perjanjian ini mengakhiri Perang Dunia I. Menurut hukum, pihak yang kalah harus memenuhi tuntutan dalam perjanjian. Akan tetapi, tuntutan dalam Perjanjian Versailles terlalu kejam untuk pihak yang kalah, terutama Jerman. Mereka harus mengganti rugi seluruh kerusakan perang dan harus mengecilkan jumlah pasukannya. Bahkan, beberapa wilayah pihak kalah harus diserahkan kepada pihak pemenang. Itu membuat Jerman marah besar dan memutuskan memulai Perang Dunia II.

2. Invasi dari Blok Poros

Untuk menunjukkan keseriusan mengajak perang, Jerman melakukan invasi (memasukkan militernya sendiri ke negara orang tanpa izin) ke Polandia. Jepang dan Italia yang satu paham dengan Jerman pun melakukan hal serupa. Jepang menginvasi Pearl Harbor milik Amerika Serikat, dan Italia melakukan invasi ke Ethiopia. Selain itu, Jepang pun pernah melakukan invasi ke Manchuria (Tiongkok) dan melakukan beragam kekejaman.

3. Fasisme Negara Blok Poros

Perang Dunia I menyebabkan krisis ekonomi, sampai beberapa negara dikuasai diktator (penguasa tunggal) yang membentuk pemerintahan fasis. Para diktator ini ingin mengembangkan negara mereka dengan cara menjajah negara lain. Pemerintahan fasis pertama terjadi di Italia, dipimpin oleh Benito Mussolini. Adolf Hitler dari Jerman pun terinspirasi dari Mussolini.

Fasisme atau fasis adalah pemerintahan yang punya nasionalisme berlebihan. Bayangkan terlalu cinta tanah air sendiri sampai merasa boleh menyerang bangsa lain. Seperti manusia narsis yang merasa berhak merugikan orang lain, demi dirinya sendiri. Dalam negara fasis, pemerintah harus selalu disetujui keputusannya, tidak boleh protes. Protes atau kritik dianggap sebagai perlawanan, dan biasanya diganjar dengan hukuman berat.

Lebih parahnya lagi, paham fasis membuat warga penganutnya merasa mereka yang terbaik. Paham fasis Jerman, disebut Nazisme misalnya, percaya mereka adalah manusia sempurna yang berhak memperbudak negara lain. Mereka bahkan tidak segan membantai kaum yang dianggap ”rendah”, misalnya orang Yahudi, kaum pelangi, dan penyandang disabilitas. Mereka sampai membunuh 17 juta orang sipil.

4. Kegagalan Politik Appeasement

Politik appeasement berarti ’politik mengalah’. Setelah Perang Dunia I, negara Sekutu awalnya banyak mengalah kepada Jerman supaya tidak terjadi perang lagi. Inggris dan Perancis sampai membiarkan Jerman mencaplok beberapa negara. Tetapi lama-kelamaan, Jerman terasa sudah keterlaluan. Puncak kesabaran Inggris dan Perancis adalah saat invasi Jerman ke Polandia.

5. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa

Sebelum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang kita kenal saat ini, dahulu ada yang bernama LBB (Liga Bangsa-Bangsa). LBB dan PBB sebenarnya mirip, sama-sama organisasi yang menjaga perdamaian dunia. LBB dibentuk pada 19 Januari 1920. Sayangnya karena masih baru dan belum punya kekuataan pada saat itu, LBB tidak bisa mencegah terjadinya Perang Dunia II.

Ringkasan Perang Dunia I

Pengertian

Perang Dunia I adalah perang global yang terpusat di Eropa yang terjadi pada 1914—1918. Perang ini adalah salah satu konflik paling berdarah dalam sejarah umat manusia, karena menelan korban sampai ratusan juta jiwa. Akibat dari konflik ini pun masih terasa, yakni pembentukan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang bertujuan menghindari perang dunia.

Perang Dunia menyadarkan manusia bahwa perang bukanlah jalan yang efektif untuk menyelesaikan masalah.