Pengertian
Perang Dunia II adalah peran
besar antara Blok Poros (Jerman, Italia, dan Jepang) melawan Sekutu (Inggris, Amerika
Serikat, Uni Soviet, dan Perancis). Perang ini dimulai di Eropa, tetapi
menyebar sampai ke seluruh dunia. Medan pertempurannya adalah Eropa dan Asia Tenggara.
Banyak negara di dunia yang terlibat dalam perang itu. Sekitar 70 juta orang
tewas dalam Perang Dunia II, menjadikannya perang terbesar dalam sejarah.
Perang ini terjadi pada 1939—1945.
Penyebab
Umum
1. Perjanjian Versailles
Perjanjian ini mengakhiri Perang Dunia I. Menurut hukum, pihak yang kalah harus memenuhi tuntutan dalam perjanjian. Akan tetapi, tuntutan dalam Perjanjian Versailles terlalu kejam untuk pihak yang kalah, terutama Jerman. Mereka harus mengganti rugi seluruh kerusakan perang dan harus mengecilkan jumlah pasukannya. Bahkan, beberapa wilayah pihak kalah harus diserahkan kepada pihak pemenang. Itu membuat Jerman marah besar dan memutuskan memulai Perang Dunia II.
2. Invasi dari Blok Poros
Untuk
menunjukkan keseriusan mengajak perang, Jerman melakukan invasi (memasukkan
militernya sendiri ke negara orang tanpa izin) ke Polandia. Jepang dan Italia
yang satu paham dengan Jerman pun melakukan hal serupa. Jepang menginvasi Pearl
Harbor milik Amerika Serikat, dan Italia melakukan invasi ke Ethiopia. Selain
itu, Jepang pun pernah melakukan invasi ke Manchuria (Tiongkok) dan melakukan
beragam kekejaman.
3. Fasisme Negara Blok Poros
Perang Dunia I menyebabkan krisis ekonomi, sampai beberapa negara dikuasai diktator (penguasa tunggal) yang membentuk pemerintahan fasis. Para diktator ini ingin mengembangkan negara mereka dengan cara menjajah negara lain. Pemerintahan fasis pertama terjadi di Italia, dipimpin oleh Benito Mussolini. Adolf Hitler dari Jerman pun terinspirasi dari Mussolini.
Fasisme atau fasis adalah pemerintahan yang punya nasionalisme berlebihan. Bayangkan terlalu cinta tanah air sendiri sampai merasa boleh menyerang bangsa lain. Seperti manusia narsis yang merasa berhak merugikan orang lain, demi dirinya sendiri. Dalam negara fasis, pemerintah harus selalu disetujui keputusannya, tidak boleh protes. Protes atau kritik dianggap sebagai perlawanan, dan biasanya diganjar dengan hukuman berat.
Lebih
parahnya lagi, paham fasis membuat warga penganutnya merasa mereka yang
terbaik. Paham fasis Jerman, disebut Nazisme misalnya, percaya mereka adalah
manusia sempurna yang berhak memperbudak negara lain. Mereka bahkan tidak segan
membantai kaum yang dianggap ”rendah”, misalnya orang Yahudi, kaum pelangi, dan
penyandang disabilitas. Mereka sampai membunuh 17 juta orang sipil.
4. Kegagalan Politik Appeasement
Politik
appeasement berarti ’politik mengalah’. Setelah Perang Dunia I, negara Sekutu awalnya
banyak mengalah kepada Jerman supaya tidak terjadi perang lagi. Inggris dan
Perancis sampai membiarkan Jerman mencaplok beberapa negara. Tetapi lama-kelamaan,
Jerman terasa sudah keterlaluan. Puncak kesabaran Inggris dan Perancis adalah
saat invasi Jerman ke Polandia.
5. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa
Sebelum
PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang kita kenal saat ini, dahulu ada yang
bernama LBB (Liga Bangsa-Bangsa). LBB dan PBB sebenarnya mirip, sama-sama
organisasi yang menjaga perdamaian dunia. LBB dibentuk pada 19 Januari 1920. Sayangnya
karena masih baru dan belum punya kekuataan pada saat itu, LBB tidak bisa mencegah
terjadinya Perang Dunia II.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar