Pengertian
Perang Dunia I adalah perang
global yang terpusat di Eropa yang terjadi pada 1914—1918. Perang ini adalah
salah satu konflik paling berdarah dalam sejarah umat manusia, karena menelan
korban sampai ratusan juta jiwa. Akibat dari konflik ini pun masih terasa,
yakni pembentukan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang bertujuan menghindari
perang dunia.
Perang Dunia menyadarkan manusia bahwa perang bukanlah jalan yang efektif untuk menyelesaikan masalah.
Aliansi
|
Triple Alliance/Blok Sentral |
Triple Entente/Blok Sekutu |
|
Jerman |
Inggris |
|
Austro-Hongaria |
Perancis |
|
Italia |
Rusia |
|
Turki |
Amerika
Serikat |
Aliansi artinya politik
berkelompok atau mencari kawan. Saat Perang Dunia, negara-negara di Eropa
membentuk aliansinya sendiri. Aliansi ini mempunyai kesamaan tujuan. Dan
seandainya ada anggota aliansi yang diserang oleh negara lain, anggota lain
wajib membela yang diserang. Ada dua aliansi di Perang Dunia I, yakni Triple
Alliance dan Triple Entente.
Penyebab
Umum
Sebenarnya sampai hari ini para
ahli sejarah masih memperdebatkan penyebab-penyebab terjadinya Perang Dunia I.
Ada banyak kemungkinan, dan tidak ada yang bisa memastikan dampak yang paling
pasti. Akan tetapi, inilah yang berhasil diketahui.
Politik
aliansi. Politik aliansi berarti politik berkelompok. Dahulu,
negara-negara Eropa membentuk aliansi masing-masing. Pembentukan aliansi
beberapa negara membuat negara-negara lain dilanda cemas karena takut suatu
hari diserang.
Ini seperti beberapa teman
sekelasmu terus-terusan bermain bersama dalam satu geng tanpa melibatkan
anggota kelas lain. Tentunya membuatmu tidak nyaman dan ingin ikut membentuk
geng. Kelas yang harusnya saling berbaur akhirnya berisi geng-geng yang punya
cara pergaulan berbeda. Rasanya tidak nyaman, bukan? Bisa menimbulkan konflik
sewaktu-waktu.
Etnosentrisme
berlebihan. Etnosentrisme berarti rasa kebanggaan berlebihan
terhadap suku bangsa sendiri, sampai-sampai merendahkan suku bangsa lain. Di
Eropa sana, negaranya cenderung berisi satu atau beberapa suku saja, alias
seragam. Berbeda dengan bangsa Indonesia yang terdiri atas ratusan suku bangsa.
Karena satu negara berisi suku bangsa yang sama, orang Eropa tidak terbiasa
melihat perbedaan. Mereka pun menganggap bangsa sendiri yang paling hebat.
Persaingan
industri dan militer. Beberapa negara di Eropa, seperti Jerman dan
Austro-Hongaria, perlu menjual produknya ke luar negeri agar ekonomi stabil.
Sayangnya, target pasar mereka terbatas karena daerah jajahan yang sedikit.
Sementara itu, Inggris dan
Perancis adalah top global penjajah dengan wilayah jajahan terluas. Sayangnya,
mereka tidak mau berbagi pasar. Jerman dan Austro-Hongaria pun menjadi kesal,
sampai merencanakan perang untuk merebut wilayah jajahan Inggris dan Perancis
(supaya bisa berjualan). Jerman dan Austro-Hongaria pun mempersiapkan diri
untuk berperang dengan mengembangkan militernya. Hal ini membuat negara lain
cemas karena takut diserang. Keadaan pun semakin pelik.
Penyebab
Khusus
Perang Dunia I ibarat petasan. Penyebab umumnya seperti sumbu
petasan. Sementara itu, penyebab khususnya seperti api yang menyalakan sumbu.
Penyebab khusus Perang Dunia I
adalah penembakan Pangeran Franz Ferdinand dari Austro-Hongaria. Sang pangeran
dan istrinya ditembak oleh remaja Serbia (Rusia) di Sarajevo,
Bosnia-Herzegovina. Tidak ada bukti pemerintah Rusia berperan dalam pembunuhan
itu, tetapi raja Austro-Hongaria menggunakannya untuk memulai Perang Dunia I.
Medan
Tempur Perang Dunia I
Sebagian besar peperangan terjadi
di dua medan tempur, yaitu Front Timur dan Front Barat.
Front Barat menggunakan strategi
perang parit. Ratusan kilometer parit (seperti selokan) digali kedua pihak di
perbatasan Prancis dan Jerman. Para prajurit, bersenjatakan senapan mesin,
saling tembak. Tank diciptakan untuk melintasi parit.
Front Timur memilih lebih
terbuka, dibantu senapan mesin. Tank tidak dipakai di sini. Jerman mengalahkan
Rusia dengan parah hingga tak ada serangan balasan ke Jerman.
Akhir
Perang Dunia I
Pada November 1918, Jerman kalah.
Pasukan mereka dihancurkan Amerika. Austro-Hongaria bubar dan Kekaisaran
Ottoman (Turki) terlalu jauh untuk membantu. Penduduk Jerman kelaparan. Ekonomi
Jerman sangat lemah sehingga uang mereka tidak berharga. Jerman menyerah pada
11 November 1918, dan selanjutnya terpaksa menandatangani Perjanjian
Versailles.
Akan tetapi, perjanjian ini
sangat merugikan Jerman. Beberapa poin pentingnya adalah: Jerman harus
mengurangi pasukannya secara drastis, harus membayar seluruh kerugian perang
dari pihak Triple Alliance MAUPUN Triple Entente, dan harus menyerahkan semua
wilayah jajahannya. Rakyat Jerman begitu sakit hati sampai kemarahan mereka
dimanfaatkan oknum bernama Adolf Hitler untuk memulai Perang Dunia II.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar