Selasa, 26 Maret 2024

Materi Resensi Singkat

Pengertian
Resensi adalah penilaian terhadap sebuah karya. Kamu mungkin lebih mengenalnya dengan istilah ”review”. Karya yang dimaksud bisa apa saja, misalnya buku, film, pertunjukan, atau karya seni lainnya. Namun khusus materi Bahasa Indonesia ini, kita akan mempersempit pengertiannya menjadi resensi buku.


Resensi biasanya membahas kelebihan dan kekurangan buku, atau bisa juga salah satunya saja. Resensi biasanya berbentuk tulisan. Tujuan dibuatnya resensi adalah untuk mengomentari, memberikan saran perbaikan, memberikan informasi, atau mempromosikan sebuah buku.

Mengapa membuat resensi?
Seperti yang sudah dituliskan di atas, menulis resensi memiliki beberapa tujuan dan manfaat. Mungkin yang paling terasa manfaatnya adalah sebagai media promosi.

Ada kalanya kamu membaca buku yang begitu bagus sehingga merasa orang lain sebaiknya ikut membaca. Daripada promosi tidak jelas dan memaksa orang lain untuk membaca langsung, menuliskan resensi sebuah buku bisa menjadi solusi. Apalagi, resensi berisi alasan yang jelas dan logis mengapa seseorang harus membaca sebuah buku. Calon pembaca akan merasa lebih bisa teryakinkan dengan sendirinya.

Sebaliknya pun berlaku. Mungkin ada masa kamu begitu kesal membaca sebuah buku sampai-sampai kalau bisa, kamu saja yang menderita (karena membacanya). Jadi, jiwa pahlawanmu terdorong untuk menyelamatkan orang lain dari karya yang buruk. Resensi menjadi solusi yang bagus untuk ini. Walaupun, perlu dingat juga, menulis resensi pun harus tetap mempertahankan adab dan sopan santun.

Adab Menulis Resensi
Resensi memang boleh memuat kekurangan/kritik terhadap buku, namun bukan berarti kita bebas menjelek-jelekkan sebuah karya. Berikan alasan yang logis dengan bukti yang jelas, bukan asal berbicara. Hindari terlalu menghina berlebihan.
 
Struktur Resensi
Struktur atau sesuatu yang sebaiknya ada dalam resensi adalah sebagai berikut.

1. Judul resensi
Judul resensi harus sesuai dengan keseluruhan isi resensi. Jangan sampai, misalnya, berjudul ”Kisah Tauladan dalam Buku Ayat-Ayat Cinta’, tetapi malah membahas kehidupan pribadi pengarangnya.

2. Identitas buku
Identitas buku mencakup judul buku, jenis buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, cetakan ke-, dan jumlah halaman. Peresensi harus menunjukan jenis buku yang diresensi, termasuk fiksi dan nonfiksi.

3. Pendahuluan atau pembuka resensi
Bagian pendahuluan biasanya menjelaskan buku secara singkat, misalnya buku itu tentang apa, latar tempatnya di mana, dan sebagainya.

4. Isi resensi
Isi resensi meliputi sinopsis atau isi buku secara ringkas, ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya, keunggulan buku, kelemahan buku, tinjauan bahasa, dan kesalahan cetak (typo).

a. Sinopsis buku
Dalam bagian ini kamu harus menjelaskan isi buku. Jelaskan inti ceritanya tanpa membeberkan SPOILER. Memberikan spoiler dapat membuat orang tidak penasaran lagi terhadap sebuah cerita, sangat merugikan untuk pengarang.

b. Kelemahan dan Keunggulan buku
Penulisan resensi harus mengemukakan segi-segi menarik dari buku tersebut. Penulis buku juga sebaiknya mengemukakan kekurangan dari buku tersebut.

5. Penutup
Unsur penutup resensi berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa. Kamu sebaiknya memberikan kesimpulan dalam bagian penutup. Kesimpulan ini berisi versi singkat hal-hal yang sudah dibahas. Untuk memudahkan orang lain, kamu sebaiknya memberikan nilai angka terhadap buku yang diresensi. 

Ok, begitulah sedikit pembahasan tentang resensi. Jika ada yang masih kurang jelas, silakan bertanya langsung kepada guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar