Belok Kanan

Ya Allah, maafkan aku. Kamu teringat dosa-dosamu selama ini. Mulai dari meninggalkan sholat, durhaka kepada orang tua, sampai membully temanmu yang pendiam. Mungkin dosa-dosamu itu yang mendatangkan musibah. Kamu juga kurang bersedekah, sebab uang sakumu malah disisihkan untuk membeli album idola Korea.

Saat membuka mata, kamu terkejut karena sampai pinggir laut. Pepohonan kelapa menghiasi pandangan. Angin semilir meniup jilbabmu. Namun dunia sama sekali tanpa suara, kecuali deburan ombak. Matahari menggantung tepat di atas kepala. 

Motormu hilang, dan tidak kelihatan jalan raya. Belakangmu adalah pepohonan kelapa. Sedangkan di depanmu, terdampar  tepat di bibir pantai, ada seekor dugong. Kamu terlalu bingung dengan segalanya, hingga satu-satunya pilihan di otakmu hanyalah maju. Menghampiri hewan itu.

"Tolong," kata si dugong. "Tolong aku."

Besi panjang seperti linggis menancap di badannya. Darah mengucur deras dari luka memilukan itu. Pada titik ini, kamu tidak heran dugongnya bisa bicara.

Kamu berusaha mencabut besi itu, tapi kesulitan. Sementara dugong berteriak menjadi-jadi, terdengar sangat putus asa. Suaranya menyakitkan telinga.

Tetap berusaha menolong >>>

Tinggalkan dugong >>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar